COVID-19: Sebuah musibah ditengah program akademik.

Cerita pendek tentang COVID-19: sebuah musibah  ditengah program studi di fakultas FISIP-UGM, Jogyakarta.

Virus Corona atau dengan istilah nama resminya COVID-19 memang membuat masyarakat dunia panik. Jika kita melihat semua bentuk informasi dari media cetak dan elektronik, media sosial dan informasi laporan pemerintah, dan organisasi internasional semuanya didominasi dengan laporan perkembangan virus yang mematikan yakni COVID-19.

Memang benar, informasi tentang virus yang mematikan ini menjadi topik yang serius dibicarakan dan dipublikasi oleh semua entitas dalam negeri, maupun diluar negeri. Intinya adalah, semua negara, warga negara dan komunitas internasional tentunya prihatin akan kesehatan, keselamatan mereka. Tida ada orang yang mau dengan begitu saja diserang, dijangkiti oleh virus yang mematikan ini.

Awal mula ketika Virus ini mulai dibicarakan di media internasional, pada saat itu, posisi saya sedang berlibur di negara saya Timor-Leste. Kalau tidak salah, sekitar bulan Desember 2019, tahun lalu. Ketika mendengar berita heboh tersebut, saya menanggapi dengan santai, ketika ada teman datang menghampiri aku dan berkata” ada virus baru yang ditularkan dari kelelawar ke manusia, itu terjadi di China, Wuhan.” Dengan sekejap, saya berkata, “mungkin penyakit itu sudah biasa, sama halnya dengan penyakit Mers, Flu Burung, Ebola, dan lain-lainnya.”  Dan bahkan, sempat saya tanggapi mungkin itu adalah strategi China untuk menarik perhatian dunia dengan sensasi politik baru.

Virus yang menghebohkan diluar dugaan saya

Dengan tanggapan santai, bahwa Virus Corona adalah sama halnya dengan virus lain, dan masa bodoh saya tentang virus ini ternyata benar-benar berbalik menjadi hantu, menjadi fenomena yang mengganggu kenyamanan saya sebagai seorang pelajar yang sedang belajar di Thailand, belajar tentang studi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi.

Awal bulan January 2020, saya mulai kembali dari liburan dan pergi ke Thailand, di Universitas Mahidol. Saya harus kembali karena ada beberapa hal yang saya wajib ikuti di semester pendek selama 2 bulan disana. Yang pertama adalah mengajukan dan mempresentasikan ujian proposal thesis, dan yang kedua mengikuti mata kuliah semester pendek beserta beberapa kunjungan lapangan, antara lain mengunjungi komunitas imigran, komunitas stateless di Thailand Selatan, NGO, dan Organisasi Aktivis lainnya dibidang Hak Asasi Manusia. Waktu berlalu selama dua bulan, akhirnya selesai program semester pendek dan presentasi Proposal Thesis. Akhirnya semuanya selesai di Thailand.

The unfinished program, wabah Covid-19 melanda  kami ditengah studi UGM Jogyajakarta

Nah program berikutnya adalah melanjutkan studi di Universitas Partner, program ini menurut saya sangat unik, karena di semester pertama mahasiswa fokus belajar di Universitas pusat di Thailand, dan untuk semester kedua adalah lanjutan program dinegara partner dengan universitas yang berbeda, tetapi semuanya di kawasan asia tenggara.

Untuk program lanjutan di universitas partner, saya dengan 9 orang teman dari berbagai negara memilih UGM (Universitas Gadjah Mada-Indonesia) sebagai second partner university. Perjalanan dari Thailand ke Jogja dimulai sekitar akhir bulan January 2020. Sebelum berangkat ke Indonesia, kasus Virus Corona sudah melanda negeri Thailand, dan sementara membuat semua orang mulai memperhatikan isu tersebut. Pemerintah Thailand mulai mengambil kebijakan yang ketat, semua warga asing yang masuk ke Thailand atau keluar harus di check suhu tubuh mereka. Hal itu membuat saya sendiri prihatin akan kondisi virus tersebut. Saya dalam hati ingin supaya cepat ke Indonesia, ke Yogyakarta. Sementara informasi yang saya dapat pada awal January 2020, Jogya masih bebas dari virus Corona. Saya sedikit merasa nyaman dengan kondisi di Jogja.

Tiba di Jogja selama satu minggu  ternyata proses perkuliahan belum dimulai, nah ada waktu bagi saya untuk menikmati sedikit keindahan Jogja dengan travel. Kota yang unik dengan nilai seni, kultur dan kehidupan masyarakat yang ramah dan sosial. Saya mulai tertarik di hari pertama ketika tiba di Jogja, apalagi minggu berikutnya, saya semakin suka akan kota Jogja.

Minggu pertama kuliah dimulai, teman-teman dari APMA program dengan beberapa mahasiswa asing dari program studi lain, kami bersama-sama mengikuti orientasi selama 2 hari. Dengan senang kami menerima informasi tentang UGM, fasilitas yang bisa dipakai dan juga program aktivitas, misalkan ekstrakurikuler dan program mahasiswa diluar kampus. Dengan informasi yang disampaikan membuat semua teman-teman merasa santai, tertarik dengan program di UGM.

Setelah orientasi selesai, hari berikutnya kami memulai kuliah sekitar tanggal 10 February 2020. Kuliah dimulai dengan perkenalan, diskusi, dan penyesuaian mata kuliah atau topik yang akan dibahas selama seksi pertemuan bulan pertama, satu program mata kuliah. Kuliah berjalan dengan santai, kami menikmatinya, ada beberapa topik yang bersifat teoretis namun kebanyakan bersifat praktikal, isu tentang masalah HAM di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara.

Ini adalah kisah pribadi tentang perjalanan akademik saya di UGM. Ditengah studi di Fakultas FISIP,UGM, Saya harus berhenti, pulang ke Timor-Leste karena tragedi virus global pandemi, COVID-19.
Narasi artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman saya sendiri, terutama pengalaman kehidupan akademik di Thailand dan UGM.
Saya berharap, para pembaca tidak ada penilaian, tidak ada kritik, semua informasi adalah untuk menghibur pembaca yang menikmati bacaan ini.

Next……..Tulisan ini berlanjut

Published by Celso Da Fonseca

I'm just a dreamer who enjoys my freedom. Freethinker, free writer, and free dream.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: