Melirik kembali kata “Viva Xanana Gusmao” di ulang tahun yang ke 74.

Pintura Xanana Gusmao : Pintor @Jacinto Batista

Entah mengapa hari ini aku ingin menulis. Di sore ini, aku mulai menulis diatas selembar kertas kosong dengan pena warna biru. Tulisan itu kemudian disalin di laptop. Aku menulis refleksi catatan tentang tanggal 20/06/20 yang mana menjadi hari kelahiran sang pemimpin karismatik dan rekonsiliator Xanana Gusmao.

Keinginan menulis adalah untuk melirik kembali momen-momen yang telah berlalu, namun masih tetap segar di benak-ku, khususnya julukan sang pembebas dan promotor kebebasan yang masih melekat dalam pikiran-ku. Sang pejuang yang membawa kita menjadi sebuah masyarakat Timor-Leste yang berbangsa, bermartabat di mata dunia.

Julukan sang karismatik dan rekonsiliator hadir dalam sebuah konstruksi sosial, namun semua itu adalah realita sejarah yang masih hidup, mengalir disetiap nadi dan urat tanah Timor-Leste sampai sekarang. Hari ini adalah momen yang tepat bagi aku untuk melirik kembali realita sejarah yang mungkin sudah punah bagi beberapa orang. Untuk menoleh kembali sejarah sang pejuang di benakku, aku bangun kembali dengan konstruksi susunan kata yang menjadi kalimat dan menjadi sebuah paragraf yang aku tuliskan, mungkin tulisan ini akan menghidupkan kembali sejarah yang sudah hampir terlupakan tetapi lebih penting adalah menghidupkan kembali kata Viva Xanana Gusmao.

Sore ini memang menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan kembali masa-masa ketika aku mengabstrasikan dirimu dalam sebuah perjuangan kemerdekaan, maun boot Xanana Gusmao kedalam sebuah realita figur perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Momen ini juga mengembalikan sejarah teriakan “VIVA XANANA GUSMAO, VIVA TIMOR-LESTE, VIVA UKUN RASIK-AN”.

Teringat aku, kata yang sama, “Viva povu Timor-Lorosae, Viva ukun-rasik-an” anda ungkapan ketika menginjak tanah perjuangan-mu Timor-Leste di tahun 1999, di gedung putih, yang saat ini menjadi Palacio da Governu. Pada saat itu anda berteriak dengan air-mata, dari mulut-mu keluar kata “viva povu Timor-Lorosae”. Semua orang menyambut dengan terharu, dengan airmata menjemput kedatangan-mu sebagai seorang sang pembebas dan ikon kemerdekaan. Sebagai seorang pemimpin yang menghantarkan masyarakat Timor-Leste ke gerbang “ukun rasik-an” yang menjadi sebuah bangsa bermartabat, bebas dari segala tindakan kolonialisme dan penindasan.

Setelah 21 tahun berlalu, hari ini tepatnya di tanah yang merdeka ini, aku menikmati kebebasan-ku, dengan secangkir kopi, duduk ditengah kesunyian kota Dili, ditengah situasi negara dalam keadaan emergensi dan pademik COVID-19, ditengah para politikus saling menyerang, merebut kekuasaan, membuat undang-undang (hukum) yang hanya mementingkan kepentingan politik, hukum yang menghantui kebebasan martabat kami sebagai masyarakat.

Dengan sejenak aku melirik detik-detik kata ukun rasik-an dengan sambutan Viva Xanana-Gusmao.

Kata viva ukun rasik-an dan sambutan nama Xanana Gusmao masih segar dalam benakku. Di sore ini, aku bertanya pada diriku sendiri, apakah kata inspiratif ini masih relevan untuk meneriakkan kembali “ukun rasik-an diiringi dengan viva Xanana-Gusmao? ataukah semuanya biar dikuburkan menjadi bagian dari sejarah?

Namun dengan rendah hati, tunduk, sebagai seseorang yang dulu meneriakkan namamu, di hari keistimewaan-mu, aku ingin berteriak keras, sekeras-kerasnya, membuang semua amarah dan kesenangan-ku, mengucapkan kembali kata. “VI……VA….. XANANA GUSMAO“..

Selamat ulang tahun yang ke 74. Aku adalah salah satu hasil produk dari perjuanganmu yang membebaskan kami dengan kebebasan sejati yang saat ini aku nikmati.

Panjang umur, semoga anda tetap menjadi sang pembebas, membebaskan kami dari segala bentuk manipulasi, kepentingan politik yang menghancurkan martabat sebagai negara yang bebas, adil, berdasarkan pada prinsip dan cita-cita pendiri negara Republika Demokratika Timor-Leste (RDTL).

Paraben, parabens maun Boot, Xanana Gusmao

Tulisan reflektif : Celso da Fonseca

Dili, Palapasu, 20/6/2020

Published by Celso Da Fonseca

I'm just a dreamer who enjoys my freedom. Freethinker, free writer, and free dream.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: