Krisis Covid-19 dan Uang Basah.

Dari Maret hingga Juni 2020, Negara Timor-Leste telah mengumumkan keadaan darurat (Estadu da Emergensia) tiga kali berturut-turut. Pada bulan Maret ketika penyebaran COVID-19 menyebar ke mana-mana, di Timor-Leste pemerintah menghadapi situasi kepanikan dengan kebijakan pemerintah yang sangat ketat.

Di bulan pertama “estadu da emergensia”, masyarakat Timor-Leste memang berada dalam keadaan panik. Kepanikan atas COVID-19 membuat politisi di satu sisi khawatir dengan penyebaran virus yang menakutkan ini, di sisi lain situasi ini menjadi peluang untuk mematahkan rasa takut dan panik dengan mengambil langkah tegas dengan cara politik absolutisme “Memerangi Virus” dengan monopoli politik.

Monopoli politik (negara mengambil keputusan absolut) dengan kebijakan preventif yang dilakukan oleh para politisi dengan satu alasan, negara dalam bahaya, walaupun Timor-Leste berada dalam situasi krisis politik. Krisis politik dan bahaya virus menuntut politisi untuk turun tangan. Dan memang situasi tersebut melahirkan pemerintahan baru. Dan para promotor pemerintahan baru bertindak cepat dalam menanggapi situasi yang mengerikan ini. Akhirnya, krisis politik juga berakhir dengan pemerintahan baru AMP Jilid II di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Taur Matan Ruak.

Sementara itu, dengan malu-malu dan waspada dengan omelan publik, karena struktur pemerintahan dan koalisi parlemen serta presiden parlemen dipandang sebagai rampasan dari konspirasi politik. Hingga saat ini bentrokan antara politisi dan anggota parlemen masih berlangsung. Namun situasinya diam dan terkendali. Selain krisis politik, pemerintah dinilai berhasil menekan dan mengendalikan penyebaran virus mematikan ini. Hingga saat ini belum ada kasus mematikan dari virus ini.

Untuk melawan dampak sosial dari virus yang menakutkan ini, negara menyuntikkan paket stimulus ekonomi dengan membobol parlemen untuk menyetujui dana negara sekitar 200 miliar USD. Ketika uang dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat dan penanggulangan COVID-19, alokasi uang ini menjadi polemik, karena pendistribusian-nya dinilai tidak merata, terdapat ketimpangan dan penyalahgunaan dari oknum tertentu di pemerintahan.

Berdasarkan pengamatan saya terkait informasi yang disampaikan di beberapa media nasional, ternyata COVID-19 membuka peluang untuk para mafia politik memanfaatkan krisis ini dengan cara memeras dana negara dengan strategi manipulatif.

Jika terbukti benar bahwa uang negara di-eksploitasi secara manipulatif dalam situasi krisis ini, yakni dianggap sebagai “uang basah”, maka situasi ini perlu segera diselesaikan. Kepala Pemerintah saat ini harus berani dan tegas mendobrak mafia politikus yang terlibat dalam operasi pemerasan uang negara dalam situasi pandemi ini.

Dalam situasi saat ini, negara dalam keadaan darurat ke-4, perdana menteri harus berani memulihkan reputasinya dengan tegas, membasmi para mafia politik dan koruptor yang memanfaatkan situasi ini dengan menyalahgunakan dana COVID-19. Para preman politik dan kroninya, dengan ” permainan “lahan basah untuk mencuri uang negara harus dibasmi habis.

Tegas dan tegas-lah wahai sang pemimpin, jika itu terjadi di pemerintahanmu, setidaknya masyarakat akan bangga kembali meneriakkan namamu. Anda akan menjadi pemimpin dan sosok “revolusioner” yang dulu sebagai salah satu pembebas dan promotor kemerdekaan yang melawan musuh kemerdekaan. Hidupkan kembali jiwa itu, basmi habis para musuh-musuh rakyat yang berkeliaran yang sedang mencoba membobol uang rakyat.

Celso, 22/8/2020

Published by Celso Da Fonseca

I'm just a dreamer who enjoys my freedom. Freethinker, free writer, and free dream.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: