Poros Bantuan Kemanusiaan versus Poros Hutang

Haruskah kita mempertanyakan bantuan luar negeri CHINA?

China adalah salah satu negara dengan pendapatan menengah ke atas yang dianggap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Amerika Serikat. Terlepas dari pencapai angka ekonomi tertinggi di kawasan Asia, China juga masuk dalam kategori donor terbesar setelah negara-negara (Organization for Economic Co-operation and Development-OECD). Memang terbukti banyak negara berkembang dan negara miskin yang menerima bantuan China.

Dalam masa kurang lebih dua tahun ini, selama wabah COVID-19, bantuan kemanusiaan berupa bantuan luar negeri dari China telah digunakan sebagai dukungan politik luar negeri China ke banyak negara berkembang. Misalnya di Timor-Leste, peralatan medis disediakan oleh pemerintah China pada 23 Februari 2020. Dan bantuan ini berlanjut pada 24 Maret, misalnya sekitar 300 ventilasi, masker dan perlengkapan dasar lainnya untuk Covid-19 sudah diberikan.

Di luar bantuan kemanusiaan dari pemerintah China, bantuan luar negeri dari pemerintah China untuk Timor-Leste bukanlah hal baru, pemerintah Cina terus memberikan bantuan luar negeri dan politik sebelum dan sesudah kemerdekaan Timor-Leste. Misalnya, beberapa tahun yang lalu, beberapa bangunan sudah disediakan sebagai bantuan humanitarian (bantuan gratis) oleh pemerintah China seperti Istana Presiden Timor-Leste, kantor kediaman F-FDTL, pusat Studi Diplomatik, Barak Tentara, dan Perumahan serta kantor Kementrian Luar Negeri Timor-Leste.

Selain bantuan gratis yang sudah kita terima, pemerintah Timor-Leste juga telah mengakses dana pinjaman dari pemerintah China pada tahun 2015. Dengan sebuah kesepakatan bilateral, pemerintah Timor-Leste telah mengakses pinjaman China, melalui Bank Exim China sebesar $ 50 juta, dengan tingkat bunga 2% per tahun selama 20 tahun dengan masa tenggang 5 tahun dengan jangka waktu 20 tahun” uang ini digunakan untuk memperbaiki sistem drainase di Timor-Leste.

Terlepas dari bantuan murah hati dari Pemerintah China, ada perdebatan tentang bantuan luar negeri China di Timor-Leste. Khususnya mengenai isu tentang membangun kantor mewah parlemen nasional dan kediaman anggota parlemen. Ketika usulan pembangunan ini diajukan oleh presiden parlemen saat ini, banyak reaksi yang muncul terkait usulan tersebut.

Beberapa reaksi telah diperdebatkan di media sosial. Sebagian besar reaktor mempertanyakan mengapa mengusulkan gedung mewah untuk parlemen, pertanyaan ini adalah isu yang menarik, mungkin kita bicarakan secara terpisah, tetapi yang lebih penting dalam tulisan ini adalah mengenai usulan gedung mewah bagi para elit politik, wakil rakyat dengan cara meminta bantuan dari pemerintah China.

Pernyataan presiden parlemen nasional ini disebut sebagai pendanaan “outsourcing”, entah itu gratis atau melalui pinjaman atau meminta tenaga ahli pekerja China untuk membangun gedung mewah itu, yang jelas salah satu pendekatan yang dilakukan adalah meminta bantuan negara China. Dan belum tentu pemerintah China menerima usulan itu dengan memberikan bantuan gratis, membangun gedung mewah dengan dana yang besar, mungkin pemerintah China menawarkan pinjaman (soft-loan) kepada pemerintah Timor-Leste.

Terlepas dari kemurahan hati pemerintah China dengan bantuan yang semakin melonjak besar pada era pos-kemerdekaan Timor-Leste, hal ini menarik bagi kita untuk memperdebatkan tentang adanya aliran bantuan China ke Timor-Leste. Misalkan hal yang sama yang terjadi di beberapa pengalaman pahit di benua lain. Ambil contoh pemerintah Srilanka, bantuan pinjaman China berbalik menjadi penyitaan aset negara. Ini memang terjadi bahwa pemerintah Srilanka telah menyerahkan pelabuhan-nya kepada pemerintah China karena pemerintah Srilanka tidak dapat mengembalikan pinjaman kepada pemerintah China.

Diplomasi ekonomi politik semacam ini mungkin sedang terjadi di daerah lain untuk saat ini. Beberapa akademisi  dan aktivis terus menerus memperingatkan tentang kehadiran bantuan China (Chinese Aid) di negara miskin. Misalnya, fenomena ini memunculkan kritik tajam yang menyebut ekonomi politik China sebagai “Diplomasi Perangkap Hutang” (Debt-trab Diplomacy). Istilah ini berhubungan dengan “agenda tersembunyi” tentang bagaimana pendekatan bilateral yang dilakukan oleh negara-negara (berhubungan dengan bantuan pemerintah China), misalnya, pemberi pinjaman (kreditor) memiliki strategi untuk membuat perangkap dengan pinjaman dan mengambil keuntungan, bahkan dapat mengambil beberapa aset negara jika penerima pinjaman tidak dapat membayar kembali.

Situasi ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat Timor-Leste bahwa niat baik dari negara lain yang kita anggap sebagai pendekatan kemanusiaan yang murni, harus terus kita Waspadai. Niat baik dari pemerintah China perlu kita hormati dan hargai. Pemerintah China tidak hanya membantu kita selama wabah COVID-19 tapi juga negara tersebut sudah lama membantu kita secara dukungan politik dan juga bantuan humanitarian dan pinjaman uang.

Namun yang lebih penting adalah situasi ini mengungkapkan pelajaran baru bahwa, sebelum memutuskan suatu keputusan politik, politikus harus berhati-hati, mengesampingkan kepentingan politik, dan mengutamakan kepentingan umum. Berkonsultasi dengan masyarakat, akademisi, dan mendengarkan opini publik adalah hal sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat sasaran. Misalnya, saat ini pemerintah ingin membangun rumah mewah untuk anggota parlemen dengan melibatkan pendanaan outsourcing kepada pemerintah China, hal ini patut dipertanyakan. Jangan sampai suatu saat niat baik dari suatu pemerintah misalkan negara China yang awalnya kita anggap sebagai Poros Bantuan Kemanusiaan beralih menjadi poros hutang yang membawa malapetaka bagi rakyat Timor-Leste.

Celso da Fonseca, Dili, 29/8/2020

Published by Celso Da Fonseca

I'm just a dreamer who enjoys my freedom. Freethinker, free writer, and free dream.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: