Fenomena berkemah di tepi pantai dan munculnya polisi “moral”di Timor-Leste

Situasi krisis kesehatan, ketidakpastian politik, pertarungan elit politik, pengendalian kebebasan warga akan manifestasi politik dan kebijakan politik-hukum yang tidak demokratis telah menjadi fenomena baru yang membuat masyarakat prihatin, kesal, stress; sebagian mungkin mengalami gangguan kesehatan phisikologi. Semua fenomena ini telah menyebabkan keheningan publik selama beberapa minggu terakhir, sehingga beberapa solusi untuk masalah stres ini mungkinContinue reading “Fenomena berkemah di tepi pantai dan munculnya polisi “moral”di Timor-Leste”

Legalitas Meja Parlemen dalam Perspektif Tradisi Ritual Timor-Leste

Baru-baru ini di Parlemen Timor-Leste ada kegiatan upacara ritual yang dikenal dengan “Seremonia Kultura Hatuur Meja Parlementu”. Tepatnya, pada 4 September 2020, sekelompok pemuka adat (Lia Nain) dari 13 distrik diundang ke gedung parlemen untuk mengganti meja baru dengan upacara tradisi ritual Timor-Leste. Meski ritual adat sudah dilakukan oleh Lia Nain, ada beberapa kritik atasContinue reading “Legalitas Meja Parlemen dalam Perspektif Tradisi Ritual Timor-Leste”

Poros Bantuan Kemanusiaan versus Poros Hutang

Haruskah kita mempertanyakan bantuan luar negeri CHINA? China adalah salah satu negara dengan pendapatan menengah ke atas yang dianggap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Amerika Serikat. Terlepas dari pencapai angka ekonomi tertinggi di kawasan Asia, China juga masuk dalam kategori donor terbesar setelah negara-negara (Organization for Economic Co-operation and Development-OECD). Memang terbuktiContinue reading “Poros Bantuan Kemanusiaan versus Poros Hutang”

Krisis Covid-19 dan Uang Basah.

Dari Maret hingga Juni 2020, Negara Timor-Leste telah mengumumkan keadaan darurat (Estadu da Emergensia) tiga kali berturut-turut. Pada bulan Maret ketika penyebaran COVID-19 menyebar ke mana-mana, di Timor-Leste pemerintah menghadapi situasi kepanikan dengan kebijakan pemerintah yang sangat ketat. Di bulan pertama “estadu da emergensia”, masyarakat Timor-Leste memang berada dalam keadaan panik. Kepanikan atas COVID-19 membuatContinue reading “Krisis Covid-19 dan Uang Basah.”

Drama Politik, Agama dan Rasisme: Bungkam dalam kegiatan Amal

Hampir enam bulan sejak pemerintah Timor-Leste mengumumkan negara dalam keadaan darurat (state emergency) pada bulan Mei 2020, negara kecil dengan penduduk 1.3 juta ini ternyata menghadapi masalah sosial dan stabilitas politik yang rumit. Meskipun fokus pada pencegahan COVID-19, pada saat yang sama, pemerintah juga menangani masalah perselisihan politik antar partai politik; Misalnya, ada protes atasContinue reading “Drama Politik, Agama dan Rasisme: Bungkam dalam kegiatan Amal”

Hantu demokrasi di Timor-Leste, hanya satu kata “lawan”.

Undang-undang pencemaran nama baik yang dirancang oleh pemerintah Timor-Leste pada saat ini dianggap sebagai manifestasi produk elit politik. Tujuan dari produk hukum ini adalah untuk melindungi pencemaran nama baik elit politik, namun tujuan lain adalah untuk menghantui warga negara yang melakukan kritik kepada pemerintah. Rancangan undang-undang yang diusulkan oleh kementerian kehakiman adalah “mengkriminalisasikan undang-undang” defamasiContinue reading “Hantu demokrasi di Timor-Leste, hanya satu kata “lawan”.”

Melirik kembali kata “Viva Xanana Gusmao” di ulang tahun yang ke 74.

Entah mengapa hari ini aku ingin menulis. Di sore ini, aku mulai menulis diatas selembar kertas kosong dengan pena warna biru. Tulisan itu kemudian disalin di laptop. Aku menulis refleksi catatan tentang tanggal 20/06/20 yang mana menjadi hari kelahiran sang pemimpin karismatik dan rekonsiliator Xanana Gusmao. Keinginan menulis adalah untuk melirik kembali momen-momen yang telahContinue reading “Melirik kembali kata “Viva Xanana Gusmao” di ulang tahun yang ke 74.”